Tampilkan postingan dengan label Cerita Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 November 2015

Pertemuan Pertama dengan Ibu Mertuaku


Bulan ramadhan tlah tiba. Saatnya q mengenal ibu dan ayah dari kekasihku. Awalnya q memang sudah ada rencana untuk silaturrahmi ke rumah beliau. Selain itu kekasihku juga sering sekali menyuruhku untuk datang kerumahnya karena ibunya ingin sekali mengenali aku. Saat itu kira2 lebaran H+8 setelah q mudik dari madura q kerumah kekasihku. Dengan keberanianku, q kesana bersama dengan sahabatku. Sesampainya disana q disambut baik oleh ibu dan ayah mertuaku. Subhanallah orangtua kekasihku begitu baik dan ramahnya terhadapku.. Ibunya menemaniku duduk dikursi sofa dengan menceritakan sedikit tentang kekasihku. (Perlu pembaca ketahui bahwa kekasihku kerja dinegeri orang dan q belum sama sekali mengenalinya langsung). Jadi disana ibu dan ayah mertuaku mengobrol baik denganku dan sedikit mempertanyakan tentangku dan keluargaku. Setelah 2jam q dirumah kekasihku q pamit pulang kerumah. Setelah beberapa hari kekasihku mengabariku, bahwa ibu dan ayahnya menyukaiku. Beliau tidak memandangku dari kecantikan atau bahkan kekayaan yang tidak kumiliki. Namun beliau tulus menyukaiku dan membuat kekasihku semakin yakin dengan pilihannya (walaupun kami belum pernah bertemu). Subhanallah begitu bahagianya q mendengan berita itu. Mulai dari perkenalan itu, q jadi semakin yakin dengan pilihanku bahwa q menyayangi kekasihku dan ibu dari kekasihku yang setia selalu menyuport kekasihku dan meyakininya tentangku begitu juga ayahnya yang diam-diam memperhatikanku seperti menganggapku sebagai anak perempuan yang diperhatikannya. Q sangat bahagia dengan pertemuan ini. Semoga semua berakhir bahagia. Love u so much..
Read more ...

Minggu, 01 September 2013

BERMIMPI MENJADI PUTRI SALJU



BERMIMPI MENJADI PUTRI SALJU
BY : ULFA SYAUQ MUKHASABAH
Disuatu hari, ada seorang perempuan yang bernama Putri. Perempuan itu cantik seperti Putri salju, sehingga banyak teman dari Putri yang menjulukinya sebagai Putri salju (Wach,,,Putri semakin bangga dengan kecantikannya itu). Disaat itu Putri berjalan bersama teman-temannya dan menuju rumahnya masing-masing.
Beberapa lama kemudian setelah Putri sampai dirumahnya. Putri merasa sedang berjalan ditengah hutan. Ketika dalam perjalannya, Putri salju tersebut menemukan buah apel yang terjatuh ntah dari mana asalnya (soalnya gak ada pohon apel disekitar hutan). Dengan terheran, Putri salju mengambil buah apel tersebut dan langsung memakannya (waach..Putri salju lagi kelaparan nie,,hehe). Tak lama kemudian Putri itu menghabiskan buah itu dan melanjutkan perjalanannya. Dalam perjalanan itu, Putri salju terheran dan berkata dalam hatinya,”Kenapa aku baik-baik saja? Bukankah jika setelah memakan buah apel Putri salju merasa pusing dan pingsan?” Putri salju terus terheran dengan keadaannya yang baik-baik saja.
Hari semakin sore dan dihutan semakin gelap. Tapi Putri salju masih berjalan dalam hutan tersebut dan masih mencari seseorang laki-laki yag dia anggap sebagai Pangerannya. “Pangeran…Pangeran…Dimana keberadaanmu Pangeranku?” teriakan dari Putri salju yang sedang mencari seorang laki-laki di dalam hutan tersebut yang dia anggap sebagai Pangerannya. Tapi tak ada seorangpun yang mendengar teriakannya itu. Putri salju merasa lelah dengan perjalannya dan Putri salju berhenti sejenak untuk beristirahat dibawah pohon. Karena Putri salju sangat kelelahan, Putri itu tertidur dibawah pohon. Tak lama kemudian, “Putri salju,,, Putri salju,,, kenapa kamu tertidur didalam hutan ini tanpa ada yang menemanimu?” suara lirih dari seorang laki-laki yang membangunkan Putri salju dari tidurnya. Putri salju itu terbangun dan melihat seorang laki-laki yang sangat tampan yang sudah membangunkan Putri. “Pangeran…???” suara hati Putri salju yang baru saja terbangun dari tidurnya. “Apakah kamu Pangeran yang sudah membangunkanku dari tidurku?” perkataan Putri salju yang telah bangun dari tidurnya. Lalu tiba-tiba terdengar suara guyuran air dan teriakan dari seeorang laki-laki, “Putri,,, Putri,,, bangun,,,” dengan teriakan keras dan diguyurkan air untuk membangunkan Putri yang sedang mengigo saat tidurnya. “Ayah,,, kenapa Ayah mengguyurkan air untuk Putri?” Mendengar perkataan dari Putri, Ayah Putripun meninggalkan Putri. “Kemana Pangeran ya,,,??? Tadi kan aku belum sempat berkenalan?” perkataan Putri yang masih belum sadar dengan keadaannya. “Apa? Jadi tadi itu hanya mimpi? Pantas saja tadi aku setelah makan buah apel kok baik-baik saja, sedangkan Putri salju seperti didongeng itu langsung jatuh pingsan? Yach,,, sayangnya aku belum sempat berkenalan dengan Pangeranku” kata Putri yang sudah benar-benar tersadar bahwa Putri salju yang Putri rasakan hanyalah mimpi.(hahaha,,, ternyata cuma mimpi saja ^_^)
Sesudah kejadian itu Putri menyadari, bahwa menjadi diri sendiri itu lebih baik.(betul tuch…) Karena khayalan itu menjadikan Putri bermimpi menjadi Putri salju dan menginginkan Putri untuk bertemu dengan seorang Pangeran yang didambakannya.(kasian banget Putri?) Tapi Putri menyadari bahwa ini dunia nyata dan bukan dunia dongeng.
***
Read more ...

Sabtu, 31 Agustus 2013

Diawal Karirku



D I A W A L  K A R I R K U
By : Ulfa Syauq Mukhasabah
Sejak awal Bulan Oktober, aku berencana untuk mencari pekerjaan. Kesana kemari aku mencari lowongan pekerjaan namun belum aku temukan. Tiga hari berlalu, aku menemukan selembar kertas yang bertuliskan “LOWONGAN PEKERJAAN”. Bahagianya aku saat itu setelah beberapa hari mencari-cari akhirnya menemukan lowongan perkerjaan juga. Lalu aku langsung memberikan seberkas surat lamaran pekerjaan kepada petugas. Beberapa hari kulalui tanpa ada kabar dari petugas. Aku berusaha mencari-cari lowongan pekerjaan lain yang akan aku ajukan lagi sebagai cadangan jikalau aku tidak masuk dipekerjaan yang pertama. Namun tak aku temukan lowongan pekerjaan yang lainnya. Tiga hari setelah aku melamar pekerjaan, akhirnya aku terpanggil untuk wawancara dan test. Aku sangat berharap semoga aku terpilih dari puluhan orang  yang melamar pekerjaan itu. Sudah empat hari aku menunggu jawaban dari petugas, namun tak ada pemberitahuan selanjutnya. Aku mulai putus asa dengan keadaanku saat itu karena sudah hampir sepuluh hari aku mencoba mencari dan melamar pekerjaan tapi belum ada hasilnya. Keesokan harinya tepatnya tanggal 11 Oktober jam 06.00 pagi aku menerima pemberitahuan masuk kalau aku diterima diperusahaan tersebut. Betapa bahagianya aku setelah membaca pemberitahuan itu, apalagi saat itu aku berulang tahun. Aku langsung bergegas memberitahukan kepada kedua orangtuaku tentang masalah tersebut. Kedua orangtuaku bangga dengan aku karena sudah membuktikan bahwa aku mampu hidup mandiri dan kedua orangtuaku berkata “Selamat Ulang Tahun Sayang, pekerjaan itu kado dari Tuhan untukmu nak. Kamu harus banyak-banyak bersyukur”. Setelah itu aku mempersiapkan segala kebutuhan untuk training diperusahaan itu dan sekaligus untuk kost karena letaknya lumayan jauh dari tempat tinggalku.
            Keesokan harinya sebelum aku berangkat, aku meminta restu kepada kedua orangtuaku agar aku bisa dimudahkan rejeki dan bisa menjadi karyawan tetap dalam perusahaan tersebut. Bebarapa jam kemudian sampailah aku disalah satu daerah Jogjakarta. Disana aku belum mempunyai tempat tinggal, jadi aku belum bisa langsung beristirahat melainkan harus mencari rumah kost dulu untuk berteduh. Tak lama kemudian setelah aku bertanya-tanya kepada sekitar rumah, akhirnya aku menemukan rumah kost khusus wanita. Setelah itu aku langsung bertemu dengan pemilik kost dan langsung mendapat kamar nomor dua dari yang paling pojok karena semua kamar sudah penuh yang tersisa hanya kamar nomor dua paling pojok itu, jadi aku tidak bisa memilih. Aku beristirahat sejenak untuk menghilangkan lelah lalu membereskan kamar dengan rapi sesuai dengan kepribadianku. Tak pernah kulupa aku menghubungi kedua orangtuaku bahwa aku sudah sampai tujuan.
            Tepat tanggal 14 Oktober hari pertama aku training diperusahaan itu. Hatiku berdebar tak karuan saat aku melangkah menuju pekerjaan baruku. Disana aku diajari berbagai macam pekerjaan yang membuatku sedikit kebingungan mengatasinya. Hingga waktu istirahat aku hendak menuju kamar mandi untuk cuci muka agar aku bisa lebih fresh lagi. Tiba-tiba saat aku melangkah masuk kekamar mandi, aku mencium bau karbol yang sangat menyengat. Takku duga diperusahaan besar ini ternyata kamar mandinya sangat jorok dan bau. Petugas pembersih kamar mandi padahal seorang perempuan muda, tapi sangat jorok sekali. Kemudian aku bergegas untuk keluar dari kamar mandi tersebut menuju masjid kantor untuk berwudhu dan sekalian untuk sholat. Aku berdo’a kepada sang Pencipta “apa aku sanggup berlama-lama bekerja diperusahaan ini ya Allah? Sedangkan fasilitasnya sangat tidak memadai?” kemudian aku kembali menuju ruang pekerjaanku. Dengan berjalan agak loyo dan aku sudah sangat lelah karena hari pertama aku bekerja, aku membuka pintu ruanganku. Ternyata ada Pemimpin perusahaan yang terjun langsung untuk mentraining aku bekerja. Terlihat ada secangkir kopi yang menemaninya dimeja. Dengan gugup aku tersenyum untuk menegurnya. Tiba-tiba beliau membentakku karena tidak tepat waktu. Padahal juga tepat waktu mungkin telat beberapa detik saja, tapi pemimpin itu seakan-akan tidak mau tahu dan harus menjaga ketertiban kantor. Aku terdiam sejenak saat itu, lalu beliau menyuruhku untuk mengerjakan tugasnya. “padahal aku belum mengerti apa-apa, tapi kenapa beliau menyuruhku untuk mengerjakan yang bukan tugas selayaknya pekerja baru ya?” kata hatiku sedikit mengeluh. Beliau tiba-tiba membentakku yang kedua kalinya “Cepat dikerjakan!!! Baru kerja sudah malas-malasan!!!” aku sedikit kaget mendengarnya dan langsung berusaha mengerjakan tugas itu dengan benar.
            Hari sudah sore, pekerjaanku sudah selesai dan aku berikan kepada Pimpinan. Lalu aku membereskan ruanganku dengan rapi dan bergegas untuk pulang kantor. Dua langkah sebelum aku keluar dari pintu ruangan, Pimpinanku tiba-tiba masuk dan membuang berkas-berkas yang sudah aku kerjakan, “apa-apaan ini!!! Kerjaan nggag ada benernya sama skali!!! Niat kerja apa nggag sih??? Mulai detik ini kamu saya pecat!!!”. Mendengar itu aku kaget, takut, dan sedih. Aku langsung pergi meninggalkan kantor dengan menangis tersedu-sedu dan berkata “cobaan apa lagi ini ya Robb? Aku harus berbuat apa? Aku tidak sanggup harus berbicara sejujurnya kepada kedua orangtuaku, aku,,,,,” aku berhenti sejenak di pinggir jalan merenungi apa yang terjadi dihari pertama aku kerja. Aku menangis tak karuan disana dan berjalan lagi menuju rumah kost. Sesampainya aku dirumah kost, aku langsung membersihkan diri, makan dan beristirahat. Namun aku masih saja meratapi keadaanku yang bagiku sangat menyedihkan. Tak terasa hari sudah malam.  Aku hendak membereskan kamar tidurku sebelum aku beranjak untuk tidur. Lalu aku melihat sepasang sepatu baruku yang akan menemani hari-hariku saat aku bekerja, namun itu semua sudah tak terjadi lagi. Dan aku berkata dalam hati “Aku sedih kalau mengingat kejadian dikantor tadi”. Kemudian aku mengambil sepatu itu dan memasukkan kedalam kardus sepatu supaya terawat walau tidak dipakai.
            Keesokan harinya aku berusaha menutupi keadaanku saat itu, namun aku tidak sanggup. Akhirnya aku berusaha jujur kepada kedua orangtuaku dan mereka tidak akan pernah marah apalagi kecewa terhadapku. Akupun pulang kerumah asalku bersama kedua orangtuaku. Aku berusaha tegar dan mulai aktivitas dirumah. Walau aku belum bisa membuat kedua orangtuaku bangga, tapi aku akan berusaha mendapatkannya.

***

Read more ...

BAYANGMU TERTIKAM SENJA



BAYANGMU TERTIKAM SENJA
Oleh : Ulfa Syauq Mukhasabah
Ibarat cinta yang tak kuasa untuk menyatakannya, namun mereka saling mengenal dan saling menyayangi. Hingga pada suatu saat mereka dipertemukan dan dipersatukan dalam ikatan cinta yang selamanya takkan tergantikan. Kini Fhafa dan Iman hidup besama dalam keluarga barunya yang bahagia. Dengan saling membantu satu sama lain,  mereka terlihat sangat bahagia dan kompak. Tidak terlihat sedikitpun diraut wajahnya yang merenung ataupun gundah, namun mereka justru bersyukur dan berbahagia dengan apa yang telah dikaruniakanNya.
Delapan bulan sebelum Fhalfa dan Iman menjalin hubungan. Fhalfa adalah seorang perempuan muda yang masih melanjutkan sekolahnya di salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur. Fhalfa mempunyai kekasih yang kejam dan tidak sedikit memberi kebebasan untuknya. Mereka menjalin hubungan sudah beberapa tahun lamanya dan terkadang Fhalfa merasakan kekecewaan, namun dirinya tidak bisa untuk memutuskan hubungannya itu dengan sepihak. Pernah beberapa waktu yang lalu Fhalfa memutuskan hubungan mereka, namun kekasihnya itu justru melawannya dengan kasar hingga membuat Fhalfa ketakutan dan tidak bisa melawannya. Memang benar mereka saling menyayangi dan mencintai karena hubungan mereka juga sudah beberapa tahun yang menjadikan mereka tidak ingin terpisahkan. Hingga pada suatu hari mereka mendapati masalah yang membuat mereka menjadi memutuskan hubungan mereka dengan baik. Perasaan kecewa yang didapati Fhalfa semakin besar membuatnya berputus asa. Dia menjadikan kisah ini yang baginya membuat pembelajaran baru dalam hidupnya tapi juga membuatnya harus bisa melupakan kisahnya.
Setelah tujuh hari dilalui Fhalfa dengan kesendiriannya, ada seorang lelaki yang sudah tidak asing baginya, karena dia temannya pada waktu SMP dahulu sekaligus juga mantan kekasih sahabatnya. Tiba-tiba dia menghubungi Fhalfa dengan pesan singkat.
“Hai Fhalfa, bagaimana kabarmu?”
“Alhamdulillah sehat, tapi ya beginilah agak kurang baik”
“Lho, emangnya ada apa fa? Cerita saja denganku, siapa tahu aku bisa membantumu”
“Biasa, aku baru saja memutuskan hubunganku yang dahulu pernah aku ceritakan padamu itu?”
“Bukankah kamu sudah menjalin hubungan dengannya selama 2 tahun? Lalu kenapa harus putus, kan sayang kalau tidak dipertahankan?”
“Lupa ya sob? Kamu kan dulu putus dengan sahabatku juga sudah menjalin hubungan selama 3 tahun? Akupun juga sama persis dengan posisimu saat itu dan aku menjalin hubungan sudah hampir 4 tahun malahan”
“Sabar ya sob, mungkin kita belum dipertemukan dengan jodoh kita, hehe”
Setelah perbincangan itu, merekapun saling bertukar cerita tentang kisah cinta mereka yang cukup lama yang berakhir kesedihan. Beberapa hari mereka lalui dengan saling bercerita dan saling bergurau, dan ternyata kisah cinta yang mereka alami tidak jauh berbeda bahkan hampir sama. Hingga pada suatu saat mereka dipertemukan dan tanpa berfikir lama merekapun menjalin hubungan cinta. Memang cinta yang mereka miliki tidak seperti cintanya kepada mantan kekasihnya dahulu, namun mereka mengisi kekecewaannya dengan menjalin hubungan tersebut. Dua bulan lamanya hubungan mereka bertahan.
“Pa, kenapa aku merasa nyaman dengan posisi kita sebagai sahabat ya? Maaf pa, jangan marah ya? Aku hanya ingin mengutarakan kata hatiku” kata Fhalfa dengan ragu.
“Iya ma aku mengerti kok, kalau begitu aku nurut saja sama kamu” sahutnya.
“Serius papa gak marah?” kata Fhalfa dengan gembira.
“Kenapa harus marahan ma? Kita belum punya komitmen apa-apa bukan? Yang terpenting kamu bisa jaga diri baik-baik dan jangan lupa kasih kabar aku kalau kamu menikah nanti. J
Karena memang tidak ada rasa cinta yang tulus apalagi serius, mereka terpisahkan karena mereka memang pantas menjalin hubungan persahabatan. Tidak ada rasa sedih apalagi kecewa, mereka masih menjalin persahabatan dengan baik hingga sekarang.
            Disuatu hari saat Fhalfa bekerja, dia melihat ada seorang lelaki dan dia merasa mengenalinya. Setelah Fhalfa melihatnya semakin dekat, ternyata memang benar bahwa lelaki itu adalah temannya pada waktu SMA dahulu sekaligus mantan kekasihnya dahulu. Lalu Fhalfa memanggilnya dan merekapun berbincang-bincang. Karena lelaki itu masih menyukainya, hampir setiap hari dia memperhatikan Fhalfa. Selang beberapa hari, mereka menjalin hubungan cinta lagi. Dengan ketakutannya karena tidak ingin berpisah lagi dengan Fhalfa, diapun menjadi kekasih yang sangat perhatian dengan Fhalfa. Namun dia tidak pernah menyadari, bahwa sifatnya itu malah justru membuat Fhalfa menjadi risih dengannya. Apalagi saat mendengar kata-kata lebay darinya yang membuat Fhalfa menjadi ilfil. Memang Fhalfa menyayanginya, namun sejujurnya sulit untuk mencintainya dengan tulus. Tapi karena Fhalfa lelah dengan keadaanya, apalagi teringat mantan kekasihnya yang dahulu pernah menyakitinya, Fhalfa menjadi ingin berusaha tulus dengan kekasihnya yang baginya sangat perhatian dengannya. Hingga pada suatu hari saat kekasihnya bermain dirumah Fhalfa, lelaki itu ditanyai dengan serius oleh kedua orangtua Fhalfa mengenai keseriusan hubungannya dengan Fhalfa. Karena kekasihnya itu sangat sayang dan cinta apalagi tidak ingin berpisah lagi dengan Fhalfa, diapun menjawab untuk menyeriusi hubungannya itu. Tanpa keraguan tepatnya empat hari sesudah Lebaran Ramadhan, keluarga besarnya menuju rumah Fhalfa. Mereka mengatakan bahwa anaknya benar-benar menyeriusi Fhalfa, namun mereka tidak meminangnya melainkan bersilaturrahmi dengan keluarga besar Fhalfa. Kehadirannya saat itu disambut bahagia dengan keluarga besar Fhalfa.
            Hari-hari dilalui Fhalfa bersama kekasihnya dengan bahagia. Saat itu ada seorang lelaki bernama “Iman” yang sudah mengenal dekat seluk-beluk keluarga Fhalfa. Fhalfapun juga mengenalinya sejak masih kecil. Karena Fhalfa sudah menganggap Iman sebagai kakaknya sendiri, mereka tidak asing untuk saling bertukar cerita dan saling bergurau. Dari situlah Iman mengetahui cerita Fhalfa mengenai kekasihnya. Mulai dari mantan kekasih yang sudah hampir empat tahun, lalu mantan kekasih yang menjadi sahabat sejati, dan yang terakhir kekasih yang berusaha menyayanginya dan serius dengannya. Mendengar cerita-cerita itu Fhalfa mendapati nasehat banyak darinya dan membuat Fhalfa menjadi lebih tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Mulai dari situlah Fhalfa menaruh hati kepada Iman, namun tak bisa mengutarakannya karena saat itu Fhalfa mempunyai kekasih yang sangat menyayanginya dan dia anggap sebagai calon imamnya nanti. Beberapa hari telah dilalui Fhalfa dengan kedua lelaki yang dia dambakan. Setelah beberapa bulan Fhalfa menjalin hubungan bersama kekasihnya, mulailah terlihat sifat-sifatnya yang kasar. Sering kali dia berkata kasar, bahkan mengolok-olok Fhalfa. Namun Fhalfa hanya terdiam dan berharap semua itu hanya sesaat. Iman yang saat itu berusaha menasehati Fhalfa terus menemaninya hingga timbullah rasa simpati terhadap Iman. Tanpa berfikir panjang, Fhalfa memutuskan hubungannya lalu menjalin hubungan dengan Iman. Kedua orangtua Fhalfa juga merestui hubungan mereka, walaupun awalnya ibu Fhalfa tidak menyetujuinya.
            Beberapa hari dilalui Fhalfa dengan kekasih barunya Iman. Tapi mantan kekasihnya masih saja tidak bisa menerima kenyataan bahwa Fhalfa bukan miliknya lagi. Mantan kekasihnya justru malah mengolok-olok Fhalfa dengan kata-kata yang tidak pantas didengarnya. Iman kekasih Fhalfa, berusaha menenangkan dan masih saja menasehati dengan baik yang membuat Fhalfa lebih mencintainya.
“Sudahlah sayang, biarkan dia berkata apa saja. Yang terpenting kamu tidak usah menjawab disetiap perkataannya” kata Iman dengan sabar.
“Iya sayang” sahut Fhalfa.
Iman memang sosok yang lebih dewasa, tapi Fhalfa malah justru menyayangi dan mencintainya dengan tulus. Fhalfa yang dulunya masih kekanak-kanakan juga terlihat lebih dewasa dari sebelumnya. Fhalfa bangga dengan kekasihnya yang bisa merubah sikap dan sifat Fhalfa dengan baik. Akhirnya mereka menjalin hubungan dengan baik tanpa ada satupun yang bisa merusak hubungan mereka.
            Lebih dari empat bulan mereka menjalin hubungan kekasih. Dengan keseriusan dalam hubungan mereka, Iman langsung meminang Fhalfa. Dengan bahagianya, Fhalfa menerima pinangannya tersebut. Kedua orangtua mereka terlihat bahagia dengan keduanya. Selang beberapa minggu mereka meresmikan pernikahan mereka. Kini Fhalfa dan Iman menjalin keluarga barunya dengan bahagia. J

***




flower-frame-md.pngJ BAYANG_MU TERTIKAM SENJA J
By? : Fhalfa
Saat mentari kan datang
Bayangmu selalu mengikutiku
Seakan kau selalu menemani disetiap lamunanku
Kasih,,,
Cinta ini hanya untukmu
flower-frame-md.pngSayang ini takkan pudar untukmu
Jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku
Apalagi berpisah denganku
Betapa rapuhnya aku tak bersamamu
Berjanjilah untuk tetap mencintaiku
Katakanlah dalam hatimu
Bahwa cintamu hanya untukku
Semua rasaku takkan pernah tergantikan
Betapa besarnya cintaku untukmu
Yakinlah pada hatimu
Bahwa dihatimu hanya ada cintaku



? MY PROFILE ?
DSC04781.JPG







Nama               : Ulfa Syauq Mukhasabah
Alamat                       : Ds. Dempel Kec. Geneng Kab. Ngawi
TTL                 : Ngawi, 11 Oktober 1992
NB                  : Aku paling suka bernyanyi (walaupun suaraku pas-pasan J), tapi apa aja yang bisa dilakuin dengan menyenangkan ya kenapa nggag? Apalagi kalau berlama2 didepan lepi, betah banget wes J. Kata temenku pas SMA, aku tu cerewet banget. Tapi kalian tau kan aslinya gimana?. Lihat profil lengkapku ya di FB biyabiya@gmail.com atau blog aku Smiles-4Me@blogspot.com atau dihalaman FBku www.facebook.com/Ungkapan Isi Hati dan www.facebook.com/Biya’s Hijab okey J.
Pesan               : Berkaryalah ? untuk cita-cita moe J.
Read more ...